Keanekaragaman Jenis Flora

Karakter ekosistem Kawasan Konservasi Betara

Karakter ekosistem Kawasan Konservasi Betara secara umum merupakan hutan gambut sekunder yang dinamis, bersinggungan dengan bekas pekarangan karet yang ditanami oleh penduduk setempat sebelum area ini dibebaskan oleh PCJL. Hutan gambut ini juga sudah mengalami gangguan akibat pembalakan kayu dan alih fungsi dan tutupan lahan sebagian. Ekosistem alami ini memiliki resiliensi (daya lentur) yang memungkinkan pemulihan kualitas ekosistem secara alami (suksesi minor) untuk kembali menuju kondisi klimaksnya. Dinamika ekosistem ini dijabarkan dalam parameter-parameter Kehati hasil analisis vegetasi dengan metode sampling petak berjalur transek.

Parameter Kerapatan menjelaskan seberapa melimpah suatu jenis tumbuhan dalam satuan individu per hektar. Jenis pohon yang paling melimpah di kawasan Konservasi Betara ini adalah Karet yang merupakan jenis yang banyak ditanami oleh penduduk setempat sejak lama. Daftar kerapatan masing-masing jenis tumbuhan yang ditemukan di area ini disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1  Kerapatan Masing-Masing Jenis Tumbuhan

Nama LokalNama LatinFamiliKerapatan
(Individu/ha)
Arang-arangDiospyros spEbenaceae5
Batu-batuCtenolophon parvifoliusLinaceae20
BuluhSyzygium fastigiatumMyrtaceae20
Durian burungDurio sp.Bombacaceae5
GerunggangMagnolia sp.Magnoliaceae5
JangkangXylopia altissimaAnnonaceae5
JelutungDyera costulataApocynaceae5
KaretHevea brasiliensisEuphorbiaceae85
KedundunganArchidendron clypeariaFabaceae15
KelatEugenia fastigiataMyrtaceae20
Kelentik keringLitsea. SpLauraceae35
Mahang ketamMacaranga coniferaEuphorbiaceae75
Mahang lakiMacaranga giganteaEuphorbiaceae20
Medang labuPhoebe sp.Lauraceae20
MendarahanGymnacranthera paniculataMyristicaceae10
Meranti merawanShorea teysmaniaDipterocarpaceae10
Meranti rananshorea sp.Dipterocarpaceae15
PetalingAlseodaphne insignisLauraceae10
Petaling daun kecilOchanostachys amentaceaOlacaceae10
PulaiAlstonia scholarisApocynaceae25
RaminGonystylus bancanusThymelaeaceae5
RengasMelanorrhoea wallichiiAnacardiaceae5
SengonFalcataria moluccanaFabaceae5
TampangLophopetalum pallidumCelastraceae15
TarapBeilschmiedia madangLauraceae55

 

Tabel 1. Kerapatan Masing-Masing Jenis Tumbuhan

Nama LokalNama LatinFamiliKerapatan
Cempedak airArtocarpus spMoraceae5
CindaiEleocarpus ovalisElaeocarpaceae5
GelamMelaleuca spMyrtaceae10
JangkangXylopia altissimaAnnonaceae15
KedundunganArchidendron clypeariaFabaceae20
KelatEugenia fastigiataMyrtaceae15
Kelat putihEugenia sp.Myrtaceae20
LabanVitex pinnataLamiaceae5
LangkanNeoscortechinia phillippinensisEuphorbiaceae15
Mahang lakimacaranga giganteaEuphorbiaceae125
Mahang rawamacaranga motleyanaEuphorbiaceae30
Meranti batuShorea furfuraceaDipterocarpaceae30
Meranti bungaShorea gibbosaDipterocarpaceae35
MerbauIntsia bijugaFabaceae10
PulaiAlstonia scholarisApocynaceae10
RengasMelanorrhoea wallichiiAnacardiaceae5
Ribu-ribuEugenia spMyrtaceae5
Sumpung putihCampnosperma auriculatumAnacardiaceae10

Parameter frekuensi menunjukan seberapa sporadis penyebaran relatif suatu jenis tumbuhan, semakin tinggi nilai ini menunjukan semakin mudah jenis tersebut untuk ditemukan karena penyebarannya yang cukup luas. Jenis pohon yang paling tinggi frekuensinya adalah di kawasan Konservasi Betara ini adalah Karet, Medang labu dan Tampang. Daftar frekuensi masing-masing jenis tumbuhan yang ditemukan di area ini disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2  Frekuensi Masing-Masing Jenis Tumbuhan yang Ditemukan di Areal Konservasi Betara

Nama LokalNama LatinFamiliFrekuensi
Arang-arangDiospyros spEbenaceae0.2
Batu-batuCtenolophon parvifoliusLinaceae0.4
BuluhSyzygium fastigiatumMyrtaceae0.4
Durian burungDurio sp.Bombacaceae0.2
GerunggangMagnolia sp.Magnoliaceae0.2
JangkangXylopia altissimaAnnonaceae0.2
JelutungDyera costulataApocynaceae0.2
KaretHevea brasiliensisEuphorbiaceae0.6
KedundunganArchidendron clypeariaFabaceae0.2
KelatEugenia fastigiataMyrtaceae0.4
Kelentik keringLitsea. SpLauraceae0.6
Mahang ketamMacaranga coniferaEuphorbiaceae0.4
Mahang lakiMacaranga giganteaEuphorbiaceae0.4
Medang labuPhoebe sp.Lauraceae0.6
MendarahanGymnacranthera paniculataMyristicaceae0.4
Meranti merawanShorea teysmaniaDipterocarpaceae0.4
Meranti rananshorea sp.Dipterocarpaceae0.2
PetalingAlseodaphne insignisLauraceae0.2
Petaling daun kecilOchanostachys amentaceaOlacaceae0.2
PulaiAlstonia scholarisApocynaceae0.4
RaminGonystylus bancanusThymelaeaceae0.2
RengasMelanorrhoea wallichiiAnacardiaceae0.2
SengonFalcataria moluccanaFabaceae0.2
TampangLophopetalum pallidumCelastraceae0.6
TarapBeilschmiedia madangLauraceae1

Parameter dominasi menunjukan seberapa besar penguasaan suatu spesies terhadap ruang, dinyatakan dalam satuan meter persegi per hektar. Karet merupakan jenis pohon yang paling mendominasi ruang karena luas bidang dasar nya paling besar juga. Besarnya dimensi pohon-pohon Karet di area ini berkaitan dengan nilai ekonomi getah karet yang lebih diminati masyarakat dibandingkan dengan nilai ekonomi dari kayunya, sehingga pemanfaatan dengan penyadapan lebih umum daripada penebangan yang membuat pohon karet lebih aman dari pembalakan dan bisa berkembang menjadi pohon-pohon berukuran besar dan mendominasi ruang dibandingkan jenis lainnya. Daftar dominansi masing-masing jenis tumbuhan yang ditemukan di area ini disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Dominansi Lima Jenis Tumbuhan yang Dominan di Areal Konservasi Betara

Nama LokalNama LatinFamiliDominasi (m2/ha)
Arang-arangDiospyros spEbenaceae3532.5
Batu-batuCtenolophon parvifoliusLinaceae63306.33
BuluhSyzygium fastigiatumMyrtaceae22078.13
Durian burungDurio sp.Bombacaceae11445.3
GerunggangMagnolia sp.Magnoliaceae3771.93
JangkangXylopia altissimaAnnonaceae392.5
JelutungDyera costulataApocynaceae9423.93
KaretHevea brasiliensisEuphorbiaceae522908.13
KedundunganArchidendron clypeariaFabaceae13662.93
KelatEugenia fastigiataMyrtaceae32502.93
Kelentik keringLitsea. SpLauraceae40835.7
Mahang ketamMacaranga coniferaEuphorbiaceae323298.33
Mahang lakiMacaranga giganteaEuphorbiaceae36930.33
Medang labuPhoebe sp.Lauraceae83665.3
MendarahanGymnacranthera paniculataMyristicaceae21493.3
Meranti merawanShorea teysmaniaDipterocarpaceae24495.93
Meranti rananshorea sp.Dipterocarpaceae31089.93
PetalingAlseodaphne insignisLauraceae20916.33
Petaling daun kecilOchanostachys amentaceaOlacaceae24495.93
PulaiAlstonia scholarisApocynaceae84815.33
RaminGonystylus bancanusThymelaeaceae5969.93
RengasMelanorrhoea wallichiiAnacardiaceae663.33
SengonFalcataria moluccanaFabaceae15578.33
TampangLophopetalum pallidumCelastraceae38468.93
TarapBeilschmiedia madangLauraceae417133.3

Indeks Nilai Penting (INP) menunjukkan seberapa penting suatu jenis tumbuhan menjelaskan karakter komunitas tumbuhan hutan tersebut, INP merupakan fungsi dari nilai kerapatan, frekuensi dan dominansi dalam satu nilai yang menilai pentingnya suatu jenis berdasarkan kelimpahan, penyebaran dan dominasinya terhadap ruang.  Terap menjadi jenis pohon yang paling penting di kawasan ini mengingat paling tingginya nilai INP jenis ini. Daftar INP masing-masing jenis yang ditemukan di area ini disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4. Indeks Nilai Penting Lima Jenis Tumbuhan Paling Sering Ditemukan di Areal Konservasi

Nama Lokal Nama LatinFamiliINP
Arang-arangDiospyros spEbenaceae0.03
Batu-batuCtenolophon parvifoliusLinaceae0.12
BuluhSyzygium fastigiatumMyrtaceae0.1
Durian burungDurio sp.Bombacaceae0.04
GerunggangMagnolia sp.Magnoliaceae0.03
JangkangXylopia altissimaAnnonaceae0.03
JelutungDyera costulataApocynaceae0.04
KaretHevea brasiliensisEuphorbiaceae0.52
KedundunganArchidendron clypeariaFabaceae0.06
KelatEugenia fastigiataMyrtaceae0.1
Kelentik keringLitsea. SpLauraceae0.16
Mahang ketamMacaranga coniferaEuphorbiaceae0.37
Mahang lakiMacaranga giganteaEuphorbiaceae0.1
Medang labuPhoebe sp.Lauraceae0.15
MendarahanGymnacranthera paniculataMyristicaceae0.08
Meranti merawanShorea teysmaniaDipterocarpaceae0.08
Meranti rananshorea sp.Dipterocarpaceae0.07
PetalingAlseodaphne insignisLauraceae0.05
Petaling daun kecilOchanostachys amentaceaOlacaceae0.06
PulaiAlstonia scholarisApocynaceae0.14
RaminGonystylus bancanusThymelaeaceae0.04
RengasMelanorrhoea wallichiiAnacardiaceae0.03
SengonFalcataria moluccanaFabaceae0.04
TampangLophopetalum pallidumCelastraceae0.12
TarapBeilschmiedia madangLauraceae0.45

Status dan Kecenderungan Perkembangan Indeks Keanekaragaman

Indeks keanekaragaman menggambarkan kekayaan variasi jenis tumbuhan dalam suatu ekosistem. Umumnya ekosistem hutan sekunder akan memiliki nilai keanekaragaman jenis yang lebih tinggi dibandingkan ekosistem semak belukar dan padang ilalang yang miskin variasi jenis vegetasi.

Umumnya dinamika komunitas tumbuhan yang sedang menjalani suksesi sekunder pada ekosistem yang mengalami gangguan minor akan menunjukan peningkatan indeks keanekaragaman hingga pada kondisi mendekati klimaks, dominansi jenis-jenis klimaks juga meningkat seiring dinamika ini.

Indeks keanekaragaman dan tren perkembangannya dari tahun 2015 disajikan pada Tabel 5 dan  Gambar 4.

 

 Tabel 5. Trend Indeks Keanekaragaman (H’) Pohon

Parameter Kehati
Hasil Absolut (Tahun)
Satuan
20152016201720182019
Indeks Keanekaragaman Hayati Flora (HÕ)2.1512.1512.1612.8652.896Shanon Wiener
Dominansi Jelutung38858.53925039643.540038.944937.3(cm2/Ha)
  • Indeks Keanekaragaman Hayati Flora

Gambar 4. Grafik tren Indeks Keanekaragaman